Fedora 11: Install HP Laserjet 1020, Problem? Of course NOT!
Pada Fedora sebelumnya (FC10 ke bawah), paket installer Fedora tidak menyediakan library untuk printer HP Laserjet 1000 dan keluarganya (1000, 1020, dll). Saya masih tidak tahu kenapa, padahal printer ini sangat populer di awal tahun 2000an. Seingat saya, saya membeli printer HP 1000 di tahun 2001, dan HP 1020 di tahun 2004, dan tentu saja sampai sekarang masih digunakan.
Solusinya, agar printer ini bisa dikenali linux, beberapa trik khusus telah banyak ada diinternet. Dan tinggal ikuti dan pasti berjalan dengan baik. Hanya saja yang saya temui ketika di Fedora 11, paket ini telah menyediakan daftar printer ketika kita menambahkan printer. Saya sudah senang saja, karena tidak perlu menjalankan beberapa trik khusus seperti di Fedora sebelumnya.
Fedora 11: Leonidas
Saya baru saja meng-upgrade semua komputer saya dari Fedora 10 ke Fedora 11. Komputer di rumah, di kantor, dan tentu saja notebook tercinta. Pada dasarnya semua aplikasi yang mendukung saya selama ini berjalan baik. Namanya saja lebih baru, maka semua versi pun datang dengan versi terbaru.
Saya menginstall dari sebuah DVD installer Fedora 11, yang merupakan hasil download dari situs Fedora. Fedora 11, dengan julukan Leonidas ini memang sudah di publish beberapa bulan lalu. Hanya saja saya baru sempat untuk melakukan upgrade. Setelah saya berhasil melakukan upgrade, dan terkoneksi di Interenet, segera muncul informasi bahwa banyak apliklasi didalamnya yang di-suggest kan untuk segera di-upgrade, karena sudah muncul versi yang lebih barunya.
FC10: Meng-Enable-kan Pen di Fujitsu Stylus
Fedora 10 memang sudah sangat nyaman untuk digunakan. Saya lalu ingat dengan Fujitsu-Stylus yang sehari-hari saya gunakan untuk mengajar. Ketika saya membelinya, memang Fujitsu-Stylus sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows. Tadi malam, saya punya waktu yang agak santai. Saya mencoba untuk menginstall Fedora 10 disitu.
Konversi file .flv ke .mp3
Waktu saya menjelajah di dunia YouTube, ternyata banyak video-video klip yang saya suka, khususnya musik-musik di tahun 1980an. Karena saya suka dan YouTube membolehkan, saya mendownload file-file tersebut. Lagian kalau nggak boleh, ngapain orang-orang meng-upload file-file ke situ. Anyway saya sudah banyak mendapatkan lagu-lagu jaman dulu.
Udah gitu, baru kepikir, kayaknya perlu untuk di konversi ke mp3, supaya bisa didengerin di tape mobil (yang support mp3), handphone atau blackberry saya. Asiknya, Linux menyediakan fasilitas itu.
Audacious? boleh juga
Masih ada yang kurang, kalau nggak ndengerin musik. Setahun yang lalu, saya menggunakan xmms untuk memutar lagu-lagu (termasuk mp3). Sekarang saya mau nyoba alternatif yang lain sebagai pengganti xmms, yaitu Audacious.
Cukup dengan 1 command line, instalasi selesai, dan nikmati lagu-lagunya..
# yum install audacious audacious-plugins-nonfree-mp3
Cinta kita…..
Flashplayer-nya belum ada…
Nyaman deh pake Fedora 10, eh waktu iseng-iseng maen ke YouTube untuk cari video klip, ternyata ada error. Disitu bilang, kalau flashplayer nya belum ada, jadi nggak bisa ngapain-ngapain di YouTube (lha wong, YouTube itu makenya flash movie). Oke, tinggal cari flashplayer nya di Internet. Yang paling baru sih nemu: flash-plugin-10.0.15.3-1.el5.rf.i386.rpm.
Download, dan install dengan command (root):
# rpm -ivh flash-plugin-10.0.15.3-1.el5.rf.i386.rpm
Install mplayer, untuk nonton movie
Setelah cukup waktu untuk klak-klik-klak-klik, rupanya ada 1 hal terpenting yang belum ter-install. Itu adalah sebuah aplikasi yang berguna untuk nyetel video. Salah satu alternatifnya adalah mplayer.
Di Linux, tidak perlu report mencari software bajakan. Asal terkoneksi Internet dengan bandwidth yang cukup, kita bisa download dengan menggunakan fitur yum. Saya lebih suka menggunakan command line ‘yum’ ketimbang versi gui-nya. Karena lebih simple tinggal ketik aja di bash prompt.
Fedora 10, thanks friend!
Nggak kerasa udah setahun nggak update blog ini. Dan juga udah nggak kerasa sudah setahun ini saya menggunakan Linux Fedora 7 untuk aktifitas sehari-hari di depan komputer. Dan telah setahun ini juga komputer ini nggak pernah macet, atau kena virus. Saking busy-nya dengan kerjaan, sampai nggak sempat ngikutin perkembangan Linux di dunia ini. Sampai pada akhirnya ada seorang kawan memberi sebuah DVD Fedora 10. Cukup kaget juga, karena telah sadar, saya melewati Fedora 8, dan Fedora 9.
Cinta Kita
waaah… bolak balik nngobrolin cinta lagi. tapi emang gitu, Tuhan telah memberikan anugerah yang berupa cinta untuk manusia. tapi kali ini walaupun judulnya “cinta kita”, tapi nggak ngobrolin melulu tentang cinta. lha, koq mbolak-balik gitu. ceritanya gini,
Office = office; Ms != open.
fitur pertama yang mesti dikaji adalah fitur-fitur yang nge-dukung kerja kantoran. makanya, banyak aplikasi yang dikasih embel-embel OFFICE. sebut aja, microsoft office (ms office), openoffice, staroffice, dan masih banyak lagi. nah, di-linux-ku ini, udah nyantol aplikasi office dengan nama openoffice. instalasi default kemarin, udah secara otomatis memasukkan aplikasi office tadi dalam menu application, sub-menu office.
Leave a Comment