Home > Linux > Office = office; Ms != open.

Office = office; Ms != open.

fitur pertama yang mesti dikaji adalah fitur-fitur yang nge-dukung kerja kantoran. makanya, banyak aplikasi yang dikasih embel-embel OFFICE. sebut aja, microsoft office (ms office), openoffice, staroffice, dan masih banyak lagi. nah, di-linux-ku ini, udah nyantol aplikasi office dengan nama openoffice. instalasi default kemarin, udah secara otomatis memasukkan aplikasi office tadi dalam menu application, sub-menu office.

disitu ada 3 aplikasi, yaitu:

1. Word Processing
2. Spreadsheet
3. Presentation

setelah dicoba diklik-klik, shortcut word-processing tadi nge-link ke openoffice Writer, shortcut spreadsheet nge-link ke openoffice Calc, dan shortcut presentation nge-link ke openoffice Impress. karena udah kadung cinta dan pengen serius sama pacar baru ini, jadi dengan semangat yang berapi-api dan pantang menyerah, berjanji bakal pake aplikasi ini untuk kerjaan sehari-hari. awal-awalnya butuh beberapa saat untuk adaptasi. kayak, biasa nyetir toyota kijang trus nyetir isuzu panther.

fitur utamanya sih sama aja, paling-paling cuma tempatnya aja yang beda. seperti fitur formatting-style di ms office agak ngumpet secara default, tapi di openoffice udah dipasang di panel depan. gitu-gitu aja.

dah seminggu, nggak kerasa pake openoffice+linux untuk kerja sehari-hari. dari ngetik surat, bikin laporan, bikin tulisan, bikin paper, sampe bikin presentasi buat ngajar. dan asiknya lagi, dokumen-dokumen yang sudah terlanjur dalam format ms.office, ternyata nggak ada masalah untuk dibuka dan dimodif.

tapi yang bikin sangat beda….. yang satu BAYAR (sekitar 3 juta perak), dan yang satu GRATIS! ini yang penting.
jadi kesimpulannya sama-sama office, tapi yang satu MS dan satu lagi OPEN.

Office = office; Ms != open.

screenshot seperti ini:


sumber: komputerku sendiri.

Categories: Linux
  1. March 26, 2008 at 7:24 pm

    mhs: pak mau install linux, disuruh pak edi
    me: ? install linux ?
    mhs: iya pak
    me: *bingung masak disuruh instal linux*
    me: install disini (kantor)?
    mhs: ng.. iya, disuruh install openofis
    me: OALAAAAAAHHHHH… openofis to.. itu bukan Linux mas…

    ___

    me: bu, di komputer ini udah di install linux?
    staff: udah, tuh *nunjuk icon openofis*
    me: wakakakakakakak…….

    nggak mhs nggak staff, masih banyak yang g bisa mbedain mana sistem operasi mana aplikasi

    hahahaha….

    wah?, bukan saya lho, bukan saya lho, bukan saya lho….,😀
    gimana neh?

    rekan: pak edi, tolong ajarin saya mbuat tabel, koq ga bisa rapi nih.
    pak edi: mmm, bapak bikin tabelnya pake apa ya,
    rekan: pake windows
    pak edi: ?????

  2. aulya
    March 27, 2008 at 9:25 am

    *sambil mikir… apakah SDM nya sudah bener2 siap dengan semua perubahan yang ada. jangan sampe dibilang gaptek ato terlalu canggih karena manusianya blum ready atas semuanya.*

    Mungkin inilah tantangan bt MCE. Sing semangat yo. Daku mengamati dari jauh aja wekekekekekekekeke…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: